Di Persimpangan yang Lindap
Ku tebang pedang karat di pucuk rindu senyap Ku pinang darah pekat di dada nafasku megap di langit cerita berpengaruh mengendap
Roda pagi arah barat melintang merah lambat angin galau bunyi lamat habis terlumat
Debu-debu sapu sendu
Habiskan beku Habiskan waktu Habiskan rindu.
9 Juni 2010
Puisi: Di Persimpangan yang Lindap Sumber http://www.sepenuhnya.com/