Ritual Selangit derit bujuk rayu. Rubuh menyaru peradaban sejarah bulan. Ruang tragedi terkurun...
Home » Puisi Sulaiman Juned
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sulaiman Juned. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sulaiman Juned. Tampilkan semua postingan
Puisi: Ziarah Gempa (Karya Sulaiman Juned)
Ziarah Gempa Aku ziarahi negeri air mata. Kampung-kampung terkepung isak - gerimis sabung di hala...
Puisi: Di Meunasah Renta Saya Bertadarus
Di Meunasah Tua Aku Bertadarus Ini malam ialah juga malam sebelumnya duduk bersimpuh dan bertadar...
Puisi: Mak, 360 Hari Kepergianmu
Mak, 360 Hari Kepergianmu Mak hingga juga waktu menjemput di penghujung ramadhan - subuh yang b...
Puisi: Lebaran Malam Itu (Karya Sulaiman Juned)
Lebaran Malam Itu Setiap sudut takbir menggema di Meunasah beratap rumbia canangpun bertalu semua...
Puisi: Merindui Kampung Dan Rumah
Merindui Kampung dan Rumah (Di penghujung Ramadhan Menjelang Idul Fitri 2018) Aku merindui kampun...
Puisi: Senandung Kecil Buat Titin
Senandung Kecil buat Titin Telah kita ukir sebuah kesetiaan pada pasir kuburkan rindu hati berbon...
Puisi: Memotret Diri (Karya Sulaiman Juned)
Memotret Diri Dalam sepi melihat diri menerjemahkan isyarat-Mu masih banyak khilafku (Aku han...
Langganan:
Postingan (Atom)